Perjalanan kita start dari Surabaya, di Balikpapan sudah dijemput terus stop dulu buat makan siang. Oke, rekomendasi makan dari kita di Balikpapan itu di "Melati". Rumah Makan kecil di depan RS. di sebelah kiri jalan kalo dari arah Balikpapan mau ke Samarinda. Kalau kata tante, yang enak itu sambalnya (namanya orang Indonesia kan ya, greget gitu kalo makan pas sambalnya menggelegar *apasih). Dari 1 ikan kita bakal disuruh pilih bagian mana, kepala, badan apa buntut. Jangan kaget, pas udah dateng, disini ikan-ikan yang dibakar segede-gede gaban. Kepalanya aja udah setelapak tangan saya. Udah deh dijamin puas. KENYANG SOB! Sambelnya juga nampol banget. Selesai makan, kita lanjut ke Samarinda, istirahat dan mempersiapkan perjalanan buat besoknya. Disempetin dulu cari info sana-sini lewat Mbah Google, sampai nemu tulisannya kakak angkatan selama kuliah, Mas Eja di kaskus (cek disini gan http://www.kaskus.co.id/thread/5352357c3fcb17ef268b4812/trip-ke-kecamatan-biduk---biduk--labuan-cermin--kabupaten-berau-kalimantan-timur) makin gencar deh semangat buat besok.
Start dari Samarinda jam 7 malam, langsung tembak sasaran ke Sangatta. Perjalanan jalur darat ini menempuh perjalanan sekitar 4 jam. Sampai Sangatta, kita istirahat dulu di penginapan buat ngelanjutin perjalanan keesokan harinya. Jam 6 pagi, kita sudah keluar dari penginapan, niatnya mau isi bensin dulu, tapi ternyata kepagian. Jadi pomnya masi belum buka.
TIPS : Well, buat kamu yang mau lewat jalur darat dan belum pernah menjelajahi jalur daratnya Pulau Kalimantan, jangan disamain sama jalurnya Pulau Jawa. Dijamin, kamu gak bakal nemuin Pom Bensin segitu gampangnya. Jadi, alternativenya, kudu isi bensinya di Pertamini :p terus, kalo mau pipis (adek mah anaknya beseran abang banyak minum banyak pipis, tapi kalo perjalanan kali ini udah tau diri ditahan-tahan dulu minumnya kayak unta), nah kudu tahan deh atau numpang di warung warga (kalo nemu) atau kalo kepepet yaudah ke semak-semak :)) latihan deh nahan pipisnya :))
Ini nih namanya Pertamini. 24 jam kok. Tapi perliternya bisa 8.000-lebih.
Setelah makan pagi, rombongan huru-hara ini melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Kaubun di Kutai Timur. Sepanjang perjalanan, kita bakal liat perkebunan kelapa sawit. Kalau beruntung, perjalanan ini bakal berasa kayak di taman safari. Bakal keliatan monyet besar atau babon, musang, tupai, sampai katanya pernah ada yang ketemu banteng di sini (dan mereka milih diam di tempat sampai bantengnya pergi. takut diseruduk). Dari Sanggata dimulai jam 7 dan sampai di Kaubun jam setengah 12. INI PAKE NYASAR :') setelah ada penunjuk arah yang tulisannya GM, kita belok ke kanan. Nah, terus aja sampai nemu sungai. Dari sini kita bakal naik perahu buat menyebrang. Sekali menyebrang, biayanya Rp 300.000,-
Kalau Mas Eja tripnya naik 4WD, yang sini nekat modal avanza :'))
TIPS : Rajin-rajin tanya deh sama warga sekitar. Sekali lagi jangan samain kalo kita ngelakuin perjalanan kayak di Jawa yang dikit-dikit nemu papan ijo penunjuk arah atau nemu sinyal kuat buat gps di hp. Mata kudu awas liat kiri kanan. Terutama pas mau cari tulisan GM. Kalau enggak nanti nyasarnya jauh dan jalanan yang bakal dilewati bakal jelek belum beraspal kalau kita nyasar. Sayang waktu beb... :p
Dari Kaubun, kita bakal nyebrang kurang lebih 20 menitan. Well, kita bakal menyusuri muara, pasang mata. Kalau beruntung... bakal liat buaya :)) namanya aja ini muara. Lanjut! Setelah menyebrang, kita bakal disuguhi pemandangan logging kayu dan lagi-lagi perkebunan kelapa sawit. Perjalanan selanjutnya bakal ditempuh minimal 2 jam dan maksimal tidak bisa diketahui (tergantung kehebatan pengemudi dan faktor lucky. Kalo gak mujur ya.. nyasar kemana-mana). Sekali lagi, kudu pasang mata atau rajin-rajin tanya arah sama warga sekitar atau... mobil yang lewat papasan. Soalnya petunjuk arahnya kecil banget. Ada 2 jalur menuju Kecamatan Biduk-Biduk. Lewat Lenggok atau Lempake. Nah, kalau mobilnya 4WD kayak Mas Eja gak bakal gentar deh lewat Lenggok. Jalannya off road banget. Mendukung sama mobilnya. Lewat jalur ini bakal lebih cepat. Tapi, kalo buat mobil biasa kayak gini sih... lewat Lempake aja amannya. Lebih jauh memang. Tapi lebih baik daripada mobilnya anjlok di kubangan :')
Awalnya, kita lewat Jalur Lenggok. Tapi udah tinggal dikittttt lagi, ada kubangan yang benar-benar parah. Karena sadar diri sama bawaan, akhirnya kita putar haluan buat balik lewat Jalur Lempake. Habis waktu banyak tapi... yasudahlah lanjut terus pantang mundur! :))
Jalur ini bakal banyak kamu temui kalau lewat Jalur Lenggok. Jadi, buat pengemudi, kudu siap mental dan jasmani ya. Jalurnya lumayan bikin greget!
Akhirnya KITA SAMPAI DI KECAMATAN BIDUK-BIDUK JAM 7 MALAM! :')) Kami menginap di Losmen Miranti. (Thank's Mas Eja rekomennya. Tapi... banyak orang yang akhirnya menginap di sini *media social effect ) Tapi, kalau kehabisan kamar, tenang saja, masih banyak penginapan yang lain kok. Atau bisa di rumah warga. Dan untuk menginap semalam tenang saja, di sini murah. sekitar 65-250 ribu. Menyewa rumah warga juga bisa, 100 ribu. Jadi tinggal pilih deh, mana yang kamu mau.
Sapa tahu ada yang mau cari aman bisa dikontak dulu buat booking kamarnya.
Pemandangan dari belakang kamar. Langsung laut! :D
Perjalanan dari penginapan ke dermaga perahu untuk menyebrang ke Labuan Cermin memakan waktu sebentar saja, hanya 10 menit. Untuk menyewa perahu menuju Labuan Cermin, kita bisa menyewa di warung kecil di dekat tulisan "Welcome to Labuan Cermin" ini. Untuk menyewa perahu, kita mengeluarkan biaya Rp 100.000,- bisa untuk 10 orang.
Dari dermaga saja, kita bisa melihat airnya bening banget! Sumpah ane jujur :')
See, BENING kan? Airnya lho ya!
Dari Dermaga menuju Labuan Cermin, kita menggunakan perahu dan menempuh waktu perjalanan selama 10 menit. Selama perjalanan, kita akan melewati pipa-pipa air (yang penampakannya macam anakonda -.- *efek kebanyakan liat film). Oh iya, kalau di daerah Labuan Cermin, kita dilarang mandi menggunakan sabun. Takutnya bisa mengganggu dan merusak ekosistem sekitar. Jadi sayang kan kalau rusak. Seperti yang selalu saya ingat, pelajaran penting selama jadi Pecinta Alam sewaktu SMA.
"Jangan MENGAMBIL sesuatu kecuali GAMBAR, Jangan MENINGGALKAN sesuatu kecuali JEJAK, Jangan MEMBUNUH sesuatu kecuali WAKTU"
Selama perjalanan saja, kita sudah bisa melihat ikan-ikan dan karang di bawah kapal, Subhanallah! :')
And! Welcome to..... Labuan Cermin!
Subhanallah! Danau ini, air di lapisan atas adalah air tawar. Tapi kalau menyelam, kamu bakal merasakan jika airnya asin. Dan saya, sudah cobain. Beneran ajaib kan!
Fenomena ini sebenarnya telah disebutkan dalam surah Ar-Rahman [55] ayat 19-21: ''Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, di antara kedua ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.''
Al-Furqan [25] ayat 53: ''Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia Jadikan antara keduanya dinding dan barat yang tidak tembus.''
Untuk jalur darat dari Samarinda, kita bisa memakan waktu hampir 20 jam. Untuk estimasi biaya, dari Balikpapan
bisa dilanjutkan dengan jalur darat dengan rute : Balikpapan-Samarinda dengan
bus (Rp. 35.000-45.000), Samarinda-Tanjung Redeb dengan travel seperti Avanza
atau Xenia (Rp. 250.000-300.000), Tanjung Redeb-Biduk-biduk dengan travel juga(Rp.
130.000). Biaya Pesawat dari Surabaya ke Balikpapan bisa bervariasi. Start dari 4xx ribu an. Rajin-rajin aja pantau harganya di website, kayak Traveloka.
Atau bisa alternatif lain. Bisa dimulai dari naik pesawat dengan destinasi Berau dan lanjut dengan rute darat menuju ke Biduk-Biduk.
TIPS TAMBAHAN!
1. Listrik disini hanya menyala saat malam hari. Rata-rata masyarakat masih menggunakan genset.
2. Untuk makan, di sebelah penginapan miranti ada yang penjualnya atau bisa ke arah dermaga teluk sulaeman. Disana ada warung kecil yang menjual makanan.
3. Disini menyewakan alat-alat snorkeling. Tenang saja. Ban seharga 10 ribu, pelampung, kacamata selam mulai dari 30 ribu, bervariasi.
4. Dan yang terpenting! KUDU PINTER NAWAR! :))
SELAMAT MENJELAJAH !
EXPLORE BENUA ETAM









Bagusnya... Pemandangannya masih asri ya..
BalasHapusKalo di Jogja masih ada gak yah daerah yang se-asri itu? Soalnya kejauhan kalo Kalimantan hehe
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
HapusKaubun kah sangkulirang,,???😃😃
BalasHapusWaktu nanya warga setempat, itu daerah kaubun
HapusActually, saya lebih sering ke jogja daripada pulang ke kalimantan hehe. Biduk-biduk sekarang mulai ramai yg kesana. Semoga saja tetap asri gak senasib sama goa pindul :') terakhir ke goa pindul akhir taun 2014 udh kayak cendol aja .
BalasHapusAssalm numpang Promo Min,Saya orang Berau Dan kebetulan Labuan Cermin masuk kampung istri saya jadi kalo Ada teman2 yang perlu info mengenai Labuan Cermin ato Derawan bisa hub saya di 085345190468 trims wassalam
BalasHapusAssalm numpang Promo Min,Saya orang Berau Dan kebetulan Labuan Cermin masuk kampung istri saya jadi kalo Ada teman2 yang perlu info mengenai Labuan Cermin ato Derawan bisa hub saya di 085345190468 trims wassalam
BalasHapus